Busuk Menyengat, Pabrik Pupuk Argo Parkim Diancam Demo Warga

PASURUAN, BN.com - Pabrik PT.Agro Parkim Indonesia yang berdiri 2 tahun yang lalu di Desa Rombo Wetan Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan kini kembali membuat keresahan warga masyarakat sekitarnya. Pabrik yang pernah di demo buruh dan warga pada  2014 lalu, saat ini kembali membuat resah.  Warga memprotes busuk menyengat yang dikeluarkan oleh limbah pabrik pupuk tersebut.

Tokoh masyarakat setempat, Amin Tohari 11/09 kepada Marka mengatakan bahwa dirinya sudah berkali-kali memberikan himbauan agar pihak pabrik memperhatikan keluhan-keluhan dari warga masyarakat Rombo Wetan akibat bau busuk menyengat yang setiap hari harus diterima warga. Keluhan masyarakat kepada dirinya kemudian disampaikan ke pihak menejemen perusahaan. Namun sepertinya pabrik pupuk tersebut bandel, buktinya sampai hampir 3 tahun beroperasi masih saja tidak menormalisasi pembuangan limbahnya.

Direktur utama PT. Agro Parkim Indonesia Stefani Arnold saat ditemui wartawan sedang tidak berada di pabrik Senin 12/09. Sehingga saat berita diunggah penjelasan pihak pabrik terkait limbah yang dikeluhkan warga belum ada jawaban dan keterangan yang bisa didapat. Terkait permasalahan ini pihak perusahaan belum bisa dimintai penjelasan terkait keluhan warga yang terganggu oleh bau busuk limbah tersebut. Menurut warga, selain busuk yang menyengat bau limbah pupuk itu membuat sesak pernafasan dan mual-mual (rasa pingin muntah)

 Terpisah, Kades Rombo Wetan Edi S mengatakan bahwa dirinya sudah pernah menjembatani keluhan warganya dengan cara mengirimkan surat kepada pihak Pabrik, namun jawaban pihak menejemen pabrik yang sangat ditunggu oleh Kepala Desa tidak pernah diterima. " Saya sudah menyampaikan keluhan warga dengan mengirim surat kepada pihak perusahaan dan apa yang dikeluhkan warga sudah saya sampaikan, kata Edi.

Edi juga berharap pemerintah daerah dalam hal ini Badan Lingkungan Hidup serius dalam menangani permasalahan limbah PT.Agro Parkim ini. Karena lanjut Edi, masyarakat Rombo Wetan sudah seringkali mengeluh akan bau busuk limbah tersebut. Edi menjelaskan keinginan dari warganya melakukan demo untuk menutup Pabrik pupuk Agro Parkim apabila tidak ada penyeleseian yang baik. Sebagai kepala desa dirinya menginginkan dialog terbuka antara warganya dengan pabrik yang dijembatani oleh pemerintah daerah. Sehingga nantinya akan ditemukan jalan keluar yang tidak saling merugikan kedua belah pihak.  (marka.com) reporter: abdulah marka


Posting Komentar

0 Komentar