Pasuruan, BN.com - Saling tuding antara Kades dan Oknum LSM ribut soal upeti setiap bulan diduga sebagai bentuk uang pengamanan,terkait limbah B3 dan Bau Busuk menyengat menimpah warga setempat.
Kades Oro Oro Ombo wetan saat di temui di kantor siang tadi "dengan lantang mengatakan warga yang mempersoalkan alias ngoceh soal bau busuk itu karena tidak dapat uang dari perusahaan kalau dikasih pasti ngak ngoceh. Kades juga menjelaskan bahwa oknum LSM yang bernama Anis itu bukan warga desanya.
Pihak manegemen perusahaan, Arnot beberapa waktu lalu mengatakan kalau warga yang mempersoalkan itu adalah provokator karena pihak perusahaan sudah memberikan kompensasi darimulai tingkat RT, RW dan Desa.
"Saya sudah kondisikan mulai dari RT sampai Kades," terang Arnot.
Ditemui, Kades mengakui dalam permasalahan ini dirinya dibayar setiap bulan 500 Ribu Rupiah, dia Kades mengakui bahwa setoran dari perusahan Pupuk di tempatnya itu sifatnya pribadi, karena lanjut Kades selaku kepala desa, hal itu bukan masuk dalam kategori gratifikasi.
Terpisah Anisa LSM Utungsuropati menegaskan bahwa dirinya memang benar bukan warga Rombo Wetan, dirinya bersuara atas laporan warga terkait polusi udara yang diakibatkan oleh limbah pabrik terseebut. Menurut Anis, kades mengabaikan permasalahan polusi bau busuk dan limbah yang di alami warganya, Dan benar ternyata, kades mengakui terima uang dari perusahaan lalu mengabaikan kepentingan warga desanya.
"Sangat memalukan perbuatan kepala Kades Oro-Oro Omboh Wetan itu," tegas anis. Kades tersebut tidak layak jadi contoh yang baik, tambah pegiat LSM Suropati melalu pesan singkat/ SMS (daeng/pj).

0 Komentar